Reumatoid Artritis

 Reumatoid Artritis

    Merupakan suatu penyakit peradangan kronis pada sendi. Penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering terjadi pada sendi. Usia penderita umumnya dari 12-45 tahun, tetapi paling banyak dijumpai adalah usia 35-45 tahun, dengan perbandingan wanita 3 kali lebih banyak dari pria. Gejala yang dialami pasien yaitu :

1. Nyeri pada sendi

2. Kekakuan terutama di pagi hari, berlangsung lebih dari 1 jam

3. Pembengkakan pada sendi

4. Sulit menggerkan sendi

5. kemerahan disekitar sendi

    Artritis Rheumatoid paling sering menyerang sendi-sendi kecil di tangan dan kaki, serta beberapa sendi sekaligus. Tidak hanya sendi yang mengalami peradangan, namun juga organ-organ tubuh lainnya seperti mata dan pembuluh darah. pasien juga dapat mengalami anemia maupun trombositosis akibat proses peradangan yang terjadi ( Marsiza Cardoba Foundation, 2017)

    Faktor penyebab Artritis Rheumatoid masih belum diketahui, namuun diyakini faktor genetik yang memainkan peram perkembangannya, kemudian kombinasi dengan lingkungan. diperkirakan agen infeksius seprti mikoplasma, virus yang berperan dalam memulai respon imun abnormal yang tampak di Reumatoid Artritis.

    Sel B, sel T, dan sitokin pro inflamasi berperan penting dalam patofisiologi Reumatoid Artritis. Hal ini terjadi karena hasil diferensiasi dari sel T merangsang pembentukan IL-17, yaitu sitokin yang merangsang terjadinya sinovitis. Sinovitis adalah peradangan pada membran sinovial, jaringan yang melapisi dan melindungi sendi. Sedangkan sel B berperan melalui pembentukan antibodi, mengikat patogen, kemudian menghancurkannya. Kerusakan sendi diawali dengan reaksi inflamasi dan pembentukan pembuluh darah baru pada membran sinovial. Kejadian tersebut menyebabkan terbentuknya pannus, yaitu jaringan granulasi yang terdiri dari sel fibroblas yang berproliferasi, mikrovaskular dan berbagai jenis sel radang. Pannus tersebut dapat mendestruksi tulang, melalui enzim yang dibentuk oleh sinoviosit dan kondrosit yang menyerang kartilago. Di samping proses lokal tersebut, dapat juga terjadi proses sistemik

Pengaruh Hormonal : Hormon seks mungkin memainkan peran terbukti dengan jumlah perempuan yang tidak proporsional dengan reumatoid artiritis 

Penaganan :

1. NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug) 

Diberikan sejak awal untuk menangani nyeri sendi akibat inflamasi. NSAID yang dapat diberikan atara lain: aspirin, ibuprofen, naproksen, piroksikam, dikofenak, dan sebagainya. Namun NSAID tidak melindungi kerusakan tulang rawan sendi dan tulang dari proses destruksi.

2. DMARD (Disease-Modifying Antirheumatic Drug) 

Digunakan untuk melindungi sendi (tulang dan kartilago) dari proses destruksi oleh Rheumatoid Arthritis. Contoh obat DMARD yaitu: hidroksiklorokuin, metotreksat, sulfasalazine, garam emas, penisilamin, dan asatioprin. DMARD dapat diberikan tunggal maupun kombinasi (Putra dkk,2013). 

3. Kortikosteroid 

Diberikan kortikosteroid dosis rendah setara prednison 5-7,5mg/hari sebagai “bridge” terapi untuk mengurangi keluhan pasien sambil menunggu efek DMARDs yang baru muncul setelah 4-16 minggu.

Pengobatan : Dapat menggunakan obat pereda nyeri seperti Ibuprofen atau meloxicam


Sumber :

Febriana 2015. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Rheumatoid Arthritis Ankle Billateral Di RSUD Saras Husada Purworejo. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 

Masiza Cardoba Foundation. 2017. AUTOIMMUNE : THE TRUE STORY. Gramedia Pusataka Utama, Jakarta.

Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia. (2014). Diagnosis dan Pengelolaan Artritis Reumatoid. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. ISBN


Permasalahan :

1. Apakah pemberianantioksidan dapat memberikan pengaruh terhadap Reumatoid Artritis ?

2. Pada tahap penyembuhan penyakit Reumatoid Artritis, apabila seseorang sudah mengalami kondisi yang membaik, dokter lebih merekomendasi kan penurunan dosis perlahan lahan daripada pemberhentian obat langsung. Reaksi apa yang akan timbul apabila pemberhentian obat secara langung ?

3. Pada penderita Reumatoid Artritis lebih banyak di temukan pada pasien yang merokok. Apa hubungan nikotin dengan timbulnya nyeri pada penderita Reumatoid Artritis ?

Komentar

Posting Komentar