Hematologi (II) : Fibrinolisis dan antifibrinolitika

 Hematologi (II) : Fibrinolisis dan antifibrinolitika


        Menurut  Zahroh dan Istiroha (2019), Hematologi adalah bidang studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Beberapa penyakit yang masuk dalam bidang hematologi adalah anemia, gangguan pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia dan leukimia.  Gangguan darah ini dapat mempengaruhi salah satu dari tiga komponen darah yaitu :

  1. Sel darah merah
  2. Sel darah putih
  3. Trombosit

                                                            Fibrinolisis  

    Merupakan mekanisme pecahnya benang fibrin ( salah satu agen pembeku darah yang diproduksi dalam darah sebagai produk akhir koagulasi ). Darah juga mengandung enzim fibrinolitik yang berguna mencegah pembentukan gumpalan atau pembekuan darah pada daerah yang terluka, sehingga tidak akan menghalangi aliran darah, dan juga enzim ini akan menghacurkan fibrin bila luka telah sembuh. Trombosis merupakan pembentukan gumpalan atau bekuan darah yang tidak normal, yang terjadi bila terdapat gangguan pada jalur pembekuan darah dan mencegah fibrin. Obat yang dapat mengaktifkan kerja fibrinolisis dapat juga menyembuhkan penyakit seperti emoboli paru-paru, daninfark myocardial yang disebabkan karena adanya gumpalan darah yang menghalangi aliran darah.

    
    Fibrinolisis adalah mekanisme fisiologis yang bekerja secara konstan dengan sistem pembekuan darah untuk menjamin lancarnya aliran darah ke organ perifer atau jaringan tubuh

    koagulasi dan fibrinolisis merupakan mekanisme yang saling berkaitan dengan fibrinolisis. Dalam sistem koagulasi dan fibrinolisis terdapat system lain yang mengatur agar kedua proses tidak langung berlebihan . sistem tersebut terdiri dari faktor-faktor penghambat (inhibitor). Seluruh proses merupakan mekanisme terpadu antara aktifitas pembuluh darah, fungsi trombosit, intraksi antara prokaogulan dalam sirkulasi dengan tromboosit, aktivitas fibrinolisis dan aktivitas inhibitor. 



( Durachim dan Astuti, 2018) 


                                                                Antifibriniolitika

        Adalah golongan obat yang digunakan untuk meningkatkan untuk meningkatkan hemostatis, terutama ketika fibrinolisis berkontribusi terhadap perdarahan.  Terapi antifibrinolitik telah terbukti mengurangi resiko perdarahan ulang. Namun, penggunaan berkepanjangan dari antifibrinolitik dikaitkan dengan peningkatan cedera iskemik sereberal

Contoh Obat Antifibrinolitik :

 Asam Traneksamat 500mg 

Merupakan obat  yang membantu menghentikan perdarahan. Merupakan Competitif Inhibitor dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. Plasmin sendiri merupakan penghancur fibrinogen, fibrin dari faktor pemebekuan darah lain. 

Farmakodinamik : Bekerja mengurangi perdarahan dengan cara menghambat aktivasi plasminogen menjadi plasmin pada pembekuan darah. karena plasmin berfungsi mendegradasi brin, maka asam traneksamat bekerja menghambat degradasi brin yang brujung pada meningkatnya aktivitas pemebkuan darah

Farmakokinetik : Secara kompetitif menghambat aktivasi plasminogen ( melalui mengikat dopamin kringle0, sehingga mengurangi konversi palsminogen menjadi plasim ( fibrinolisin), suatu enzim yang mendegradasi fibrin pembekuan, fibrinogen dan protein plsama lainnya. 

Konsentrasi maksimum asam traneksamat dapat dicapai dalam jangka waktu 3 jam setelah pemberian oral


DAFTAR PUSTAKA

Durachim, A dan D. Astuti. 2018. Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM) : HEMOSTATIS. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Zahroh,R dan Istiroha. 2019. Asuhan Keperawatan Pada Kasus Hematologi. Jakad Publishing, Surabaya.


PERMASALAHAN :

1. Jelaskan mekanisme dari fibrinolisis !

2. Apabila seseorang mengkonsumsi anti fibrinolitika, bila orang tersebut mengalami luka yang mengeluarkan darah, apakah akan berpengaruh pada proses penutupan luka ?

3. Perbedaan antikoagulan degan antifibrinolitika !


Komentar

  1. Hai elenn,artikelnya menarik ya,izin saya fiya dinda syafitri akan menjawab pertanyaan no 1,Proses fibrinolisis diperankan oleh plasmin.Protein dalam plasma darah mengandung euglobulin yang disebut plasminogen atau profibrinolisin.Plasminogen akan teraktivasi menjadi plasmin atau fibrinolisin.Plasmin merupakan enzim proteolitik yang mengambil tripsin, enzim proteolitik pada sistem pencernaan protein.Plasmin akan melisiskan serat-serat fibrin dan beberapa protein koagulan lainnya seperti fibrinogen, faktor V, faktor VIII, protrombin, dan faktor XII. Maka ketika terbentuk plasmin, dapat menyebabkan lisisnya bekuan darah.
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. Terimakasih, artikelmu membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah

    BalasHapus
  3. Artikelnya sangat bermanfaat, terimakasih elen

    BalasHapus
  4. Wah elen materi mu sangat keren dan membantu sekali
    Terimakasih

    BalasHapus
  5. terimakasih ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. http://fiyadinda31.blogspot.com/2020/12/reumatoid-arthritis.html

    BalasHapus
  7. Sangat mudah di pahami, keren sekali

    BalasHapus
  8. Terimakasih banyak atas ilmunya ,,artikelny sangat bermanfaat ����

    BalasHapus

Posting Komentar