Hematologi(I): Pembekuan darah dan Antikuagulansia

 HEMATOMOLOGI :

    Hematologi adalah bidang studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Beberapa penyakit yang masuk dalam bidang hematologi adalah anemia, gangguang pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia dan leukimia. Dalam hematologi, diketahui gangguan darah biasanya terjadi karena adanya penyakit, efek samping obat-obatan, dan kekurangan nutrisi tertentu dalam asupan makanan sehari-hari. 

    Gangguang darah dapat memengaruhi salah satu dari tiga komponen utama darah, yaitu :

  1.  Sel darah merah
  2.  Sel darah putih
  3.  Trombosit

(Zahroh dan Istiroha , 2019)

Pembekuan Darah 

    Pembekuan darah adalah kemampuan darah untuk berubah dari cair menjadi massa semi-padat. Pembekuan ini melibatkan perubahan fibrinogen, makrogaf yang dapat larut, yang terdiri dari rantai-rantai polipeptida, menjadi monomer fibrin dengan kerja trombin enzim proteolitik.

Mekanisme pembekuan melalui Tiga reaksi dasar adalah :

  1. Aktivator Protombin dibentuk oleh cara intrinsik atau ekstrinsik dalam berespon pada kerusakan jaringan endotel
  2. Aktivator protombin mengkatalis perubahan protombin menjadi trombin
  3. Trombin mengkatalis perubahan fibrinogen yang dapat larut menjadi benang-benang polimer fibrin padat. Benang-benang fibrin ini membentuk jaringan-jaringan dimana plasma, sel-sel darah dan trombosit menempel untuk membuat bekuan.

Gangguang pembekuan darah :

  1. Hemofilia
  2. Defisiensi vitamin k
  3. DIC ( Disseminated Intravascular Coagulation)

   (Tambayong, 2000)

Pembekuan darah dan Antikoagulansia

   Menurut Abidin dan Mardiantoro (2020), Obat antikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah

Mekanisme : 

Antikoagulan akan menghambat pembentukan fibrin, mencegah terbentuknya arterial thrombosis sehingga tidak terjadi perluasan trombus dan emoboli.

Pengelompokan Obat Antikoagulan :

1. kelompok Vitamin K Antogonis

  • Warfarin

Mekanisme Warfarin : 

Warfarin terikat pada albumin, dimetabolisme melalui hidroksilasi oleh hati, dengan cara mengambat karboksilasi vitamin K dari Protein dan prekursornya kemudian di ekskresikan dalam urin. Antikoagulasi terapeutik dengan warfarin membutuhkan waktu 4-5 hari

Farmakologi Warfarin 

    • Absorbsi sempurna secara oral dengan puncak plasma selama 4 jam.
    • Durasi kerja: 2-5 jam
    • Tereliminasi oleh metabolisme hepar dengan kecepatan (0,2 l/h/70Kg).

Farmakodinamik :

    • Sintesis protrombin dihambat 50% saat konsentrasi Warfarin mencapai 1,5 mg.
    • Absorbsinya berkurang bila ada proses digestif.

Dosis Warfarin : 

Dosis inisial dimulai dengan 2-5 mg/hari
Dosis pemeliharaan 2-10 mg/hari
Dianjurkan diminum sebelum tidur agar dapat dimonitor efek puncaknya di pagi hari esoknya
 

2. Heparin

            Enoxaparin 

            
Mekanisme :

Enoxaparin tersedia dalam bentuk suntik. Pemberian obat dapat dilakukan sendiri atau dibantu dokter. Enoxaparin diberikan melalui suntikan ke bawah lapisan kulit di perut (sekitar 5 cm dari pusar) atau di area berlemak lain, satu atau dua kali sehari. Hindari menyuntikkan enoxaparin ke otot dan menggunakan jarum suntik yang sudah terpakai

Farmakologi :

    Low-Molecular Weight Heparin(LMWH)  menghasilkan efek antikoagulan melalui interaksi secara simultan dengan komplek trombin-antitrombin. Rantai sakarida yang relatif pendek, menyebabkan kemampuannya untuk mengkatalisir penghambatan trombin lebih rendah dibandingkan dengan heparin
    Depolimerisasi dari rantai heparin pada LMWH menyebabkan ikatan terhadap sel endotel, makrofag, trombosit serta protein plasma juga berkurang. Berkurangnya afinitas LMWH terhadap protein plasma menyebabkan efek antikoagulan.

3. Faktor Xa Inhibitor

Apixaban

Farmakologi :  

Farmakologi apixaban adalah sebagai obat antikoagulan yang poten dan mampu menghambat faktor Xa secara langsung, reversibel, dan selektif. Obat ini tidak memerlukan antithrombin III dalam aktivitas antitrombotiknya


Farmakodinamik :

 Apixaban adalah inhibitor faktor Xa yang bersifat selektif dan bekerja reversibel dengan inhibisi direk. Apixaban menginhibisi faktor Xa, baik dalam bentuk bebas maupun yang sudah terikat. Obat ini juga mampu menginhibisi prothrombinase. Semua hal ini akan menghambat konversi prothrombin menjadi thrombin, sehingga menghambat terbentuknya thrombus

Farmakokinetik : 

Bioavailabilitas absolut oral dari apixaban sekitar 50%. Makanan tidak mempengaruhi bioavailabilitas secara signifikan. Obat ini diabsorpsi dengan cepat, dengan konsentrasi maksimum ditemukan 3-4 jam setelah administrasi per oral

Dosis :

    • Pencegahan deep vein thrombosis dan emboli paru pasca operasi penggantian pinggul atau lutut 2,5 mg, sekali sehari, dimulai   pada saat 12-24 jam pasca   operasi.
    • Pengobatan deep vein thrombosis dan emboli paru 10 mg, sekali sehari.
    • Pencegahan stroke pada pasien gangguan irama jantung jenis fibrilasi atrium 5 mg, sekali sehari.Bagi lansia di atas 80 tahun   dengan berat di bawah 60 kg,   maka dosisnya adalah 2,5 mg,   sekali hari.
    • Fibrilasi atrium tanpa disertai adanya gangguan katup, apixaban yang diberikan dengan dosis 5 mg sebanyak 2 kali per hari dilaporkan mampu menurunkan risiko stroke atau emboli sistemik sebanyak 21% perdarahan masif 31%, dan kematian 11% apabila dibandingkan dengan pemberian warfarin

4. Direct Thrombin Inhibitor

Dabigatran


Dabigatran adalah obat antikoagulan atau pengencer darah yang digunakan untuk mengurangi risiko darah menggumpal yang bisa mengakibatkan penyumbatan di pembuluh darah

Dabigatran hanya tersedia dalam bentuk kapsul. Obat ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas pembekuan darah sehingga mencegah sel darah menggumpal dan menyumbat pembuluh darah


Dabigatran adalah antikoagulan oral golongan penghambat trombin. Dabigatran eteksilat segera dihidrolisasi pada pemberian secara oral yang menjadi bentuk aktifnya yakni dabigatran. Setelah diabsorpsi di saluran gastrointestinal (GI) kemudian konsentrasi plasma tertinggi dicapai dalam waktu 0,5-2 jam, kemudian obat ini akan dibuang lewat ginjal. Waktu paruh dabigatran adalah antara 12-17 jam sehingga obat ini perlu dikonsumsi dua kali dalam sehari.


5. Fibrinolytic

Urokinase

Urokinase adalah produk buatan yang dikembangkan menggunakan protein yang secara alami terdapat di ginjal. Urokinase adalah agen trombolisis yang bekerja dengan melarutkan gumpalan darah

Urokinase diberikan sebagai injeksi melalui jarum yang disuntikkan ke pembuluh darah. Anda akan menerima injeksi ini di klinik atau rumah sakit

Diisolasi dari Urin Manusia • Langsung mengaktifkan Plasminogen Indikasi: - Emboli Paru, - Tromboemboli Vena - Tromboemboli Arteri 

t1/2: 20 menit, 

Dosis : Loading dose 1000 – 4500 IU/kgBB secara IV Ekskresi: Empedu dan Urin



Permasalahan : 

1. Apa senyawa aktif yang memiliki aktivitas antikoagulan ?

2. Bentuk sediaan antikoagulan lebih banyak dalam bentuk injeksi dan oral, mengapa tidak banyak yang dalam bentuk sediaan topikal ?

3. Thrombophop gel adalah sediaan topikal dari antikoagulan. bagaimana mekanisme dari obat ini ?



DAFTAR PUSTAKA 

Abidin, Z. Z dan F. Mardiyantoro. 2020. Buku Ajar : Diagnosis Dan Tata Laksana Perdarahan Rongga                 Mulut. UB Press, Malang.

Tambayong, J. 2000. Pastofisiologi Untuk Keperawatan. EGC, Jakarta. 

Zahroh, R dan Istiroha. 2019. Asuhan Keperawatan Pada Kasus Hematologi. Jakad Publishing, Surabaya.


Komentar

  1. Hallo elen izin menjawab nomor 3 yang dimana Thrombophob gel ini merupakan obat golongan antikoagulan alias obat pengencer darah. Dan Obat ini bekerja dengan cara menghambat protein yang berperan dalam proses pembekuan darah. ;))

    BalasHapus
  2. Halo elen, artikelnya menarik sekali
    Saya izin menjawab nomor 2 ya, sediaan antikoagulan oral lebih sering digunakan karna memberikan efek klinis yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan antikoagulan oral. Seperti misalnya warfarin, Menurut Roveny (2015), antikoagulan oral warfarin terbukti menurunkan insiden dan rekurensi stroke iskemik kardioemboli secara signifikan, sedangkan antikoagulan lain seperti heparin (topikal) tidak memberikan efek klinis yang bermakna.

    BalasHapus
  3. terimakasih artikelya sangat bermanfaat. saya izin menjawab permasalahan no 1 .berdasarkan jurnal dengan judul UJI AKTIVITAS ANTIKOAGULAN EKSTRAK PROPOLIS Trigona laeviceps
    TERHADAP DARAH MENCIT (Mus musculus L.). Potensi antikoagulan yang dimiliki oleh
    ekstrak propolis T. laeviceps, diduga karena adanya senyawa aktif dari golongan flavonoid
    yang terkandung di dalamnya yang berperan dalam mencegah terjadinya proses pembekuan
    darah. Pendapat ini dikuatkan oleh (Tukan, 2008) yang menyatakan bahwa senyawa flavonoid yang terkandung dalam ekstrak propolis cukup tinggi ± 50%. yang mana kesimpulannya adalah salh satu senyawa aktif yang memiliki aktivitas sebagai antikoagulan adalah senyawa flavonoid .

    BalasHapus
  4. Wah terimakasih, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Artikelnya sangat bermanfaat, terimakasih elen

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah artikel nya mudah dipahami

    BalasHapus
  7. Haloo elen artikelnya sangat keren ,bermanfaat sekali dan mudah dipahami
    Terimakasih

    BalasHapus
  8. Wah sangat menarik ,di tunggu artikel berikutnya ya

    BalasHapus
  9. Terimakasih banyak atas ilmunya ,,artikelny sangat bermanfaat ����

    BalasHapus

Posting Komentar