Antihistamin (II) Turunan Propilamin dan Turunan Fenotizin



Antihistamin (II) Turunan Propilamin 
dan Turunan Fenotizin


Histamin

         Histamin merupakan senyawa amin endogenous yang diproduksi melalui proses dekarboksilasi asam amino L-histidin dan disimpan dalam sel mast, basofil dan beberapa neuron. Senyawa ini memediasi beberapa proses fisiologi tubuh, baik jaringan pusat maupun jaringan prifer. Peran histamin dalam proses fisiologi tubuh, sudah banyak ditemukan, diantaranya pada proses fisiologi yang berperan dalam fungsi gastrointestinal ( proses sekresi lambung ), fungsi sistem saraf pusat ( neurotransmisi), dan fungsi imun ( Inflamasi ). Merupakan mediator utama reaksi alergi atau inflamasi karena disintesisi oleh sel-sel imunitas seperti sel mast dan basofil dan dilepaskan jika ada stimulus berupa ikatan antigen dan antibodi (IgE) (Ikawati, 2015).



Anthistamin

          Antihitamin atau penghambat H1, bersaing dengan histamin untuk menduduki reseptor, sehingga menghambat respon histamin. Penghambat H1 disebut juga antagonis histamin. Ada dua tipe reseptor histamin, H1dan H2 keduanya menyebebkan respon yang berbeda. Bila H1 dirangsang, otot-otot polos ekstravaskular, termasuk otot-otot yang melapisi rongga hidung, akan berkontriksi.

           Pada perangsangan H2, terjadi peningkatan sekresi gastrik, yang menyebabka terjadinya tukak lambung. kedua tipe reseptor histamin ini jangan dikacaukan satu dengan lainnya. antihistamin mengurangi sekresi nasofaring dengan jalan menghambat resptor H1 ( Kee dan Hayes, 1996).





 

ANTIHSITAMIN TURUNAN PROPILAMIN

Kelompok ini memiliki daya Antihistaminica yang kuat

- Feniramin

  • Daya histamin kuat dan efek meredakan batuk yang cukup baik, sehingga dapat digunakan pada obat batuk
  • Memiliki sedikit kerja antiemetik
  • Waktu Paruh : 12-15 jam
  • Dosis Lazim : 4mg/4-6jam

- kloramfeniramin

Memiliki efek lebih kuat dibanding dengan Feniramin, dan mempunyai efek sedatif ringan. Digunakan untuk alergi seperti urtikaria, dermatitis stopik, eksim alergi dan gatal-gatal di kulit

- Bromfeniramin

Aktif dalam bentuk isomer levo.

- Tripolidin

Triprolidine adalah obat untuk meredakan gejala alergi, terutama Gejala tersebut dapat berupa rasa gatal pada hidung dan tenggorokan, bersin-bersin, pilek, dan hidung tersumbat


ANTIHISTAMIN TURUNAN FENOTIAZIN

Selain mempunyai efek antihistamin, golongan ini juga mempunyai aktivitas tranquilizer, serta dapat mengadakan potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif.

- Prometazin

  • selain digunakan pada obat batuk, juga digunakan sebagai antiemetik untuk mencegah mual dan mabuk perjalanan, sindroma parkinson, sedativa dan hypnotica.
  • Kerja : Antihistamin, antiemetik, antikolinergik dan sedatif yang poten
  • Signifikan : Memperkuat kerja obat analgesik dan sedatif
  • Dosis lazim : oral : 12,5 mg/4-6 jam 35 mg q.d.d

-  Mekuitazin

Antagonis H1 yang kuat dengan masa kerja panjang dan digunakan untuk memperbaiki gejala alergi

Metidilazin

  • Digunakan sebagai tablet kunyah
  • Kelarutan rendah pada air
  • terjadi anestesi lokal jika tablet kunyak tidak segera ditelan

- Isotipendil

- Oksomemazin

mekanismenya sama seperti mekuitazin



Pertanyaan :

1. Apakah boleh memberikan obat antihistamin kepada anak-anak, terutama dibawah 5 tahun ?

2. Jelaskan mengenai mekanisme antihistamin !

3. Cara memaksimalkan efek antihistamin ?

4. Melihat dari hubungan struktur dan aktivitas, apa yang terjadi bila ada penambahan atau perpanjangan atom C pada rantai antihistamin turunan Fenotiazin ?

 

Sumber : 

Cartika, H. 2016. Kimia Farmasi . Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Ikawati, Z. 2015. Farmakologi Molekuler : Target Aksi Obat Dan Mekanisme Molekulnya. UGM Press, Yogyakarta.

Kee,J.L dan Hayes, E.R.1996. Farmakologi pendekatan Proses Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.


Komentar

  1. Terimakasih atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏

    BalasHapus
  2. Artikelnya sangat bermanfaat, saya izin menjawab pertanyaan kedua ya.

    Antihistamin H1 generasi pertama bekerja menurunkan pelepasan mediator dari sel mast dan basofil serta bekerja pada reseptor muskarinik, α-adrenergik, dan serotonin serta pada kanal ion jantung. Beberapa efek samping serius terkait antihistamin H1 generasi pertama antara lain seperti retensi urin, hipotensi, dan aritmia jantung terjadi akibat ikatan terhadap reseptor-reseptor tersebut.

    Obat golongan antihistamin H1 generasi kedua bekerja dengan cara berikatan secara reversibel dengan reseptor histamin kemudian menstabilkan dan memper-tahankannya dalam bentuk yang tidak aktif. Antihistamin H1 generasi kedua kurang lipofilik dibandingkan generasi pertama dan berikatan secara selektif pada reseptor H1 perifer sehingga lebih sedikit menimbulkan efek sedasi terhadap sistem saraf pusat.

    BalasHapus
  3. Terimakasih artikel nya sangat bermanfaat 😊😊

    BalasHapus
  4. izin menjawab pertanyaan tentang, apa yang terjadi jika atom C pada rantai antihistamin turunan fenotiazin di perpanjang atau ada penambahan ? Hal yang terjadi yaitu akan meningkatkan aktivitas transquilizer juga turunnya efek antihistamin. smoga terjawab ya saudari Elen.

    BalasHapus
  5. Terimakasih artikelnya bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  6. Izin menjawab pertanyaan nomor 1
    Untuk penggunaan antihistamin pada anak-anak terutama dibawah 5 tahun diperbolehkan, seperti contohnya cetrizin yang dapat digunakan pada anak 6 bulan samapi 6 tahun, namun penggunaannya dilihat dari dosis yang diberikan
    Terimakasih:)

    BalasHapus
  7. Uwaahh daku serasa disirami dg Ilham he he.

    Sangat² membantu kakak:))

    Sangat usefull Sii ini

    BalasHapus
  8. hiii elen,
    izin membantu menjawab permasalahan no.3
    cara untuk memaksimalkan efek dari antihistamin yaitu Jika seseorang memiliki gangguan perut, maka dapat mengonsumsi obat bersamaan dengan makanan. Sebaiknya juga mengonsumsi air yang cukup agar obat dapat melebur dengan baik di dalam tubuh. tetapi jangan hancurkan obat karena dapat menghilangkan kandungan yang terkandung di dalam obat tersebut.
    jika obat yang dikonsumsi dalam sediaan cair maka gunakanlah sendok takar yang telah tersedia.

    BalasHapus
  9. izin menjawab no 4 dimana apabila terjadi penambahan atu perpanjangan atom c pada struktur obat antihistamin maka akan terjadi penurunan efek antihistamin pada obat tersebut sekian dan terima kasih

    BalasHapus
  10. Memebantu sekali artikelnya,terimakasih min

    BalasHapus
  11. Artikelnya sangat bermanfaat, terimakasih elen

    BalasHapus
  12. Elen artikelnya kerennn dan sangat membantu. Terimakasih

    BalasHapus
  13. Artikelnya sangat bermanfaat,semangat ya

    BalasHapus
  14. Terimakasih banyak atas ilmunya ,,artikelny sangat bermanfaat ����

    BalasHapus

Posting Komentar